Showing posts with label ArcGIS. Show all posts
Showing posts with label ArcGIS. Show all posts

Konversi Feature Class sebuah Geodatabase yang mempunyai Domain dan Subtype kedalam format SHP

Add Comment
Dalam tulisan sebelumnya saya pernah share tentang cara konversi Geodatase ArcGIS menjadi file shp. Dalam tulisan tersebut menjelaskan bagaimana langkah-langkah dalam melakukan konversi sebuah geodatabase ataupun feature class kedalam format shapefile (shp) sehingga bisa lebih mudah melakukan analisis spasial bagi yang belum terbiasa dengan Geodatabase.

Namun terdapat permasalahan dalam konversi file tersebut jika Geodatase ArcGIS tersebut menggunakan domain dan subtype dalam manajemen atributnya. Cara membuat domain dan subtype dalam ArcGIS akan saya sharing di tulisan yang lain. Namun sebagai gambaran umum domain dan subtype digunakan sebagai untuk membuat acuan atau referensi dari sebuah kolom dengan mengacu pada kode tertentu, dengan tujuan mempermudah dan menjaga konsistensi dari atribut data tersebut. Misalnya dalam dalam peta administrasi kecamatan terdapat sebuah kolom yang isinya adalam menjelaskan kategori dari pembanguan di suatu kecamatan tersebut yaitu:

kode    deskripsi
---------------------
  1        tertinggal
  2        menengah
  3        maju
---------------------

dengan menggunakan domain dan subtype kita dapat dengan meudah mengisi atribut kolom kategori dengan mudah dan terjaga konsistensinya dari kesalahan penulisan dengan mengacu pada kode yang sudah didefinisikan. Sebagai contoh saya perlihatkan gambar sebuah Geodatabase yang mempunyai feature class bataskecamatan yang mengunakan domain dan subtype.


Gambar 1. Feature class yang mempunyai domain dan subtype

Dalam file batas kecamatan tersebut terdapat beberapa field/kolom yaitu id, nama, dan kategori. Kolom id berisi id kecamatan, kolom nama berisi nama kecamatan dan kolom kategori yang berisi informasi dari jenis kategori pembangunan di kecamatan tersebut dalam format text/string.
Isi dari kolomkategori sebenarnya merupakan deskripsi kategori  kode kategori yang terdapat dalam domain.
Jika kita konversi langsung feature class dari geodatabase tersebut kedalam format shp maka yang akan dihasilkan dalam atribut tabel adalah seperti ini.


Gambar 2. Atribut tabel hasil konversi ke shp

Dalam atribut tabel tersebut yang dikonversi ke format shp pada kolom kategori hanya berisi kode berupa angka 1 dan 2 sedangkan deskripsi dari kode tersebut tidak ditampilkan. Sehingga kita membutuhkan beberapa langkah untuk mengisi kolom kategori tersebut baik dengan cara mengisi manual ataupun dengan melakukan join ke tabel referensi kategori.

Dengan demikian supaya kita tidak harus melakukan langkah-langkah lain, maka yang harus dilakukan dalam konversi tersebut adalah dengan melakukan setting terhadap variabel Environtments. Caranya yaitu:

  • seperti biasa klik kanan di feature class yang akan di konversi lalu pilih Export -> To Shapefile (single) karena hanya 1 file yang akan di konversi, sehingga muncul dialog window fungsi Feature Class to feature class. 
  • klik button Environments sehingga tampil dialog window Environments Setting. Kemudian pada bagian Field ceklis Transfer field domain description, kemudian klik OK dan OK
  • Tunggulah sampe proses berhasil.

Gambar 3. Setting variabel Environments


Jika proses berhasil maka akan dihasilakan file shp bataskeac2.shp yang mempunyai atribut seperti pada Gambar 2 namun dengan tambahan 1 kolom yaitu d_kategori yang berisi deskripsi kategori dari kode kolom kategori.

Okay kita berhasil konversi file feature class beserta deskripsi dari domain dan subtype nya, sehingga kita tidak perlu mengisi data kategori secara manual ataupun melakukan join ke table referensi. Demikian tulisan sederhana ini semoga bermanfaat. Dan sebagai catatan dalam tulisan tersebut saya menggunakan ArcGIS 10.6 untuk melakukan operasi tersebut. @wawanhn

Referensi:
https://community.esri.com/thread/166445

Mengekstrak Nilai dari Beberapa Raster ke sebuah Layer Point

Add Comment
Melanjutkan tulisan

Konversi Raster ke Point di ArcGIS

kita akan membuat sebuah layer bertipe point dalam hal ini layer point yang berisi nilai curah hujan untuk tiap-tiap bulan yang didapatkan dari file raster curah hujan Chirps.

Penjelasan dari tulisan yang akan dibuat adalah sebagai berikut:
  1. Saya punya banyak data raster chirps perbulan untuk beberapa tahun (data chirps sudah saya download dari website Chirps). Misal saya download untuk data bulanan.
  2. Kemudian crop atau clip data raster chirps untuk beberapa tahun yang sudah didownload sebelumnya untuk lokasi tertentu,  Lihat 

    Memotong Banyak Raster dengan Polygon di ArcGIS Sekaligus

  3. Kemudian kita buat layer bertipe point yang berisi nilai curah hujan dari raster Chirps bulanan seperti di tulisan 

    Konversi Raster ke Point di ArcGIS

  4. Kemudian dalam tulisan ini kita akan mengekstrak nilai curah hujan perbulan dari file-file raster chirps untuk beberapa tahun ke dalam layer bertipe point.
Langkah yang dilakukan adalah dengan mengguanakan fungsi Extract Multi Values to Points dari toolbox Spatial Analyst Tools -> Extraction, kemudian setting windows fungsi Extract Multi Values to Points.

Input Point Feature  : tentukan layer point yang akan dimasukan nilai curah hujan dari raster chirps
Input Rasters             : tentukan raster-raster yang akan diekstrak nilai curah hujannya

Kemudian tentukan Output field name untuk setiap nilai raster yang diekstrak, maksdunya adalah tentukan nama kolom atau field dari setiap nilai curah hujan yang diekstrak. Sebagai contoh dalam tulisan ini akan mengekstrak nilai curah hujan bulanan dari raster chirps, dengan demikian tentukan nilai kolom nama tahun dan bulan.


Setalh selesai seting klik OK dan tunggu hasil proses, jika tidak ada kesalahan maka akan dihasilkan berupa layer point yang terdapat nilai-nilai curah hujan dari file-file raster chirps di dalam atribut tabelnya seperti gambar di bawah...


Sangat mudah dan sangat membantu pekerjaan analisis kita kan?.... Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat dan terima kasih sudah menyimak. @wawanhn






Konversi Raster ke Point di ArcGIS

Add Comment
Tulisan ini merupakan salah satu kelanjutan dari tulisan sebelumnya yaitu 

Memotong Banyak Raster dengan Polygon di ArcGIS Sekaligus 

maka selanjutnya saya akan melakukan konversi data raster citra satelit Chirps mejadi layer point dengan mengambil nilai curah hujan dari raster tersebut.

Untuk mengkonversi raster ke point di ArcGIS dapat menggunakan fungsi Raster to Point dari toolbox Conversion Tools - > From Raster -> Raster to Point. Dalam window fungsi raster to point tentukan 

Input Raster  : raster yang akan kita konversi jadi point
Field               : nilai raster yang akan di masukan ke layer point hasil konversi
Output point features : tentukan nama file hasil konversi dalam bentuk vektor bertipe point.


Setelah selesai settingan input, field dan output file kemudian klik OK dan tunggu hasil konversi sehingga kita mendapatkan layer baru bertipe point dengan terdapat nilai untuk setiap point dari value dari file raster yang kita konversi.

Okay sekian dan semoga bermanfaat. @wawanhn

Memotong Banyak Raster dengan Polygon di ArcGIS Sekaligus

Add Comment
Jika ingin memotong atau clip banyak raster di ArcGIS dengan polygon dengan satu langkah dapat dilakukan dengan menggunakan fungsi Extract by Mask secara Batch.

Misalkan saya punya banyak file data satelit curah hujan Chirps perbulan untuk beberapa tahun, kemudian saya ingin melakukan crop untuk lokasi tertentu dalam satu langkah dapat dilakukan dengan langkah berikut.


Dengan mengunakan fungsi atau toolbox Spatial Analyst Tools -> Extaction -> Extract by Mask lalu klik kanan dan pilih Batch


Lalu seting file raster masukan yang akan di potong, file vektor atau raster untuk memotong dan nama file hasil pemotongan, setelah selesai klik OK dan tunggu hasil prosesnya sampai selesai.


Jika berhasil selamat dengan sekali klik dapat memotong raster yang banyak dengan sebuah polygon sehingga sangat membantu proses masking kita tanpa melakukan proses berkali kali. Sekian terima kasih sudah menyimak.



Menggabungkan Beberapa Layer di ArcGIS

Add Comment

Perangkat lunak ArcGIS sangat lengkap dalam melakukan analisis maupun operasi dalam mengelola data spasial. Salah satu hal yang biasa dilakukan dalam mengolah data spasial vektor adalah bagaimana menggabungkan (merge) beberapa layer yang mempunyai karkateristik yang sama menjadi satu layer baru.

Sebagai contoh saat saya mendowload data RBI taguna lahan dari BIG didapatkan untuk data yang terdiri dari beberapa layer tataguna lahan secara terpisah yaitu layer pemukiman, layer perkebunan, layer sawah, layer semak belukar dan layer-layer lainnya.

Untuk memudahkan analisis dan pengolahan data spasial tersebut maka akan lebih mudah untuk mengolah data tataguna lahan tersebut dalam satu layer. Dengan demikian layer-layer tataguna lahan tersebut harus dijadikan satu.

Jika kita menggunakan perangkat lunak ArcGIS maka untuk menggabungkan beberapa layer di ArcGIS dapat dilakukan dengan satu langkah menggunakan fungsi merge di ArcGIS.

Langkah yang dilakukan adalah buka layer-layer tataguna lahan tersebut di ArcMap, kemudian buka toolbox Data Management Tool -> General -> Merge kemudian setelah terbuka windows toolbox merge maka di bagian Input Datasets masukan layer-layer yang akan kita gabungkan.

Tentukan nama layer hasil penggabungkan dalam Output Datasets.

Kita dapat melihat field-field yang akan digabung dan disimpan dalam tabel layer hasil penggabungan.

Sebagai catatan sebelum kita menggabungkan layer, kita harus memastikan bahwa di dalam tabel layer kita terdapat field atau kolom yang dijadikan acuan untuk setiap objek dalam layer yang akan kita gabungkan. Sebagai contoh saat kita akan menggabungkan layer-layer tataguana lahan yang terdiri dari layer pemukiman, sawah, perkebunan dan lain-lain. Maka dalam layer pemukiman harus ada field atau kolom yang berisi informasi layer tersebut, misal dalam layer pemukiman terdapat field atau kolom jenis yang berisi data pemukiman, begitu juga untuk layer-layer lainnya berlaku sama.

Setelah dilakukan seting terhadap input datasets dan output dataset terkahir klik button OK dan tunggu sampai proses penggabungan layer berhasil dilakukan.


Demikian artikel mengenai menggabungka layer-layer di ArcGIS, semoga bermanfaat.

Konversi Data ArcGIS ke Google Earth

Add Comment

Saat ini faktor kompatibilitas merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pengelolaan data maupun perangkat lunak. Demikian pula dalam perangkat lunak GIS dengan berkembang pesatnya berbagai aplikasi GIS maka faktor kompatibilitas sebuah tipe data/file harus dipikirkan karena tiap perangkat lunak GIS mempunyai standar format data tertentu.

Agar kita tidak mengalami kendala mengenai kompatibilitas data dalam dunia GIS, tentunya kita harus memahami dengan baik beberapa hal yang terkait dengan perangkat lunak tersebut yaitu data dan proses. Kompatibiltas terkait erat dengan permasalahan data, terutama format data yang bisa digunakan atau diolah sebuah perangkat lunak GIS. Jika kita sering bekerja dengan GIS maka harus memahami format data apa yang standar bisa digunakan.

Terkait dengan judul diatas, saya akan membahas mengenai bagaimana kompatibilitas ArcGIS dan Google Earth, sehingga kita dapat berkerja dengan menggunakan dua perangkat lunak GIS tersebut dengan baik.

ArcGIS menggunakan format data standar berupa shapefile/shp meskipun saat ini standar data ArcGIS mulai ke arah geodatabase. Sedangkan Google Earth standarnya menggunakan data dengan format KML (Keyhole Markup Language) yaitu format data berbasis XML yang dapat memuat data geografi atau bisa juga berformat KMZ. Keyhole merupakan nama aplikasi google earth sebelum dibeli oleh Google. File KMZ merupakan file KML yang di Zip atau di kompres.

Setelah kita memahami dua format data yang digunakan di ArcGIS dan Google Eaerth maka kita dapat bekerja di dua perangkat lunak tersebut dengan melakukan konversi ke format yang bisa di baca di perangkat lunak bersangkutan.

Dengan ArcGIS kita dapat melakukan konversi data ArcGIS ke kml ataupun dari data KML/KMZ ke ArcGIS. Fungsi yang digunakan untuk melakukan konversi data tersebut terdapat terdapat dalam Toolbox Conversion Tools -> To KML -> Layer to KML untuk konversi data ArcGIS ke Google Earth. dan Toolbox Conversion Tools -> From KML -> KML to Layer untuk mengkonversi data Google Earth ke ArcGIS.

Bagaimana cara melakukan konveri data ArcGIS sehingga bisa digunakan di Google Earth akan saya sampaiakan sebagai berikut:


  • Buka ArcMap kemudian lakukan  Add data, dalam hal ini saya akan menggunakan data dengan format shp. Kemudian pada bagian toolbox pilih Conversion Tools -> To KML -> Layer to KML .


  • Lakukan konversi dengan memilih Layer yang akan dikonversi ke KML dan tentukan lokasi penyimpanan hasil konversi, setelah selesai di set klik OK.




  • Setelah proses konversi berhasil dilakukan kemudian buka aplikasi Google Earth. Untuk menambahkan file KML hasil konversi makan klik File -> Open dan pilih file KML yang akan ditampilkan di Google Earth.


  • Jika berhasil maka akan tampilan data hasil konversi di Google Earth, dan jika kita ingin memperbaiki tampilan data tersebut lakukan klik kanan pilih properties dan sesuaikan dengan kreasi Anda sendiri. Dan kita dapat melanjutkan perkerjaan kita di Google Earth dengan data tersebut.


Demikian tulisan sederhana saya buat semoga bermanfaat. @wawanhn



Export Data Artibut Tabel dengan Judul Alias di ArcGIS

Add Comment
Pada saat bekerja dengan ArcGIS ketika kita membutuhkan atribut dari suatu layer untuk diexport menjadi sebuah file yang dapat dibuka dengan excel banyak cara yang dilakukan misalnya dengan melakukan export atribut tabel tersebut menjadi sebuah file yang formatnya dbf. Namun terdapat satu permasalahan ketika kita membutuhkan atribut tabel tersebut disimpan dalam format excel misalnya dengan judul field yang ingin ditampilkan adalah nama alias dari field tersebut.

Sebagai contoh saya mempunyai sebuah layer yang mempunyai atribut-atribut tabel. Dalam atribut tabel


Langkah yang dilakukan adalah pada bagian atribute table klik menu di ujung atas lalu pilih Select All ...



Sehingga seluruh isi atribut tabel terseleksi, kemudian klik kanan di pinggir tabel dan pilih Copy Selected..



Selnajutnya buka aplikasi Microsoft Excel kemudian buka File - New dan klik Paste hasil copy selected sebelumnya..


Dan terakhir kita Save file tersebut. Terimakasih telah menyimak tulisan sederhana ini semoga bermanfaat. @wawanhn