Monday, July 27, 2020

Setting Layout pada Data Driven di ArcGIS

Setting Layout pada Data Driven di ArcGIS

Pada tulisan sebelumnya saya telah berbagi bagaiman menggunakan data driven page di ArcGIS untuk membuat lembar peta yang banyak dalam satu layout atau proyek ArcMap. Namun terdapat masalah saat kita menampilkan tiap lembar peta, dimana tidak terdapat perbedaan mencolok yang menampilkan data utama yang akan kita tampilkan. 

Untuk mengatasi hal ini kita bisa melakukan sedikit trik di ArcGIS. Sebagai catatan saya mengunakan ArcGIS versi 10.7, jadi mungkin pada versi dibawah ini bisa terdapat perbedaan sehingga cara yang saya lakukan tidak dapat dipraktekan.

Misalkan kita ingin betul-betul fokus pada menampilkan desa yang kita pilih. Silahkan lihat dua gambar di bawah ini.




  • Dari dua gambar tersebut, lokasi desa utama yang kita tampilkan tidak terlalu menonjol dibandingkan dengan desa lain. Dengan demikian akan lebih baik jika desa sekitar yang bukan desa utama warnanya menjadi berwarna lain misalkan putih atau abu. Sehingga kita betul-betul fokus ke desa terpilih.
  • Oke, langkah yang harus dilakukan adalah, copy layer tersebut dan Paste layer
  • Kemudian klik kanan di layer yang baru ditambahkan tersebut lalu pilih Properties, kemudian pilh tab Definition Query. Setelah tampil window Page Definition Query ceklis Enable dan Page Name Field sesuai field yang kita definisikan di Data Driven Page sebelumnya, lalu pilih Don't Match yang artinya field polygon yang tidak sama / match dengan data driven akan ditampilkan
  • Rubah simbol layer yang baru kita copy, tersebut dengan memberikan satu warna yang sama untuk desa di Kabupaten Majalengka tersebut, sehingga ketika nanti kita pilih desa tertentu di data driven page maka desa yang tidak terpilih menjadi warna yang sama.
  • Silahkan coba kembali pada toolbar data driven page dengan memilih desa, maka kan menampilkan tampilan desa yang tidak terpilih menjadi satu warna. Dengan demikian kita bisa melihat lembar peta kita bisa fokus dan lebih baik dalam menmapilkan desa tepilih.


Oke, kita berhasil melakukan trik bagaimana merubah tampilan field yang tidak aktif menjadi satu warna. Dan trik ini sangat bermanfaat sekali jika kita kan membuat lembar peta yang sangat banyak namun tetap eye catching sangat cepat.

Dengan teknik data driven ini bisa menghemat waktu yang sangat besar sekali dengan satu layout kita bisa membuat lembar peta tematik yang sangat banyak. Semoga bermanfaat. @wawanhn

Jika ingin mendownload tulisan tersebut silahkan klik disini.



Membuat Banyak Lembar Peta Menggunakan Satu Layout dengan Data Driven di ArcGIS

Membuat Banyak Lembar Peta Menggunakan Satu Layout dengan Data Driven di ArcGIS

Data driven merupakan salah satu tool di ArcGIS yang dapat digunakan untuk membuat output peta atau lembar peta yang banyak dari satu layout peta. Hal ini sangat membantu saat kita ingin membuat lempar peta tematik per desa untuk satu kabupaten/propinsi.Bisa dibayangkan untuk membuat lembar peta per desa dalam satu kabupaten/propinsi jika kita buat manual sangat merepotkan karena karena harus buat ratusan project layout.

Untuk mengatasi masalah tersebut, ketika kita bekerja di ArcGIS kita bisa menggunakan toolbar data driven. Dengan menggunakan toolbar ini, kita hanya cukup satu layout / project ArcGIS untuk semua lembar peta desa. Oke langsung saja bagaimana caramem buatnya ikuti langkah berikut:

  • Siapkan data shap, misal dalam hal ini saya menggunakan data desa Kabupaten Majalengka dari BIG, bisa didownload disini.
  • Buka ArcMap, dan tambahkan layer shp kecamatan dengan tipe polygon tersebut. Lalu ubah tampilan menjadi Layout view.

  • Kemudian tampilkan toolbar data driven, dengan cara klik kanan di menu atas Customize -> Toolbars -> Data Driven Pages
  • Klik menu Data Driven Page Setup pada toolbar Data Driven Pages, kemudian lakukan seting 
          - Ceklis Enable Data Driven Pages
          - Data Frame: Layers
          - Layer: pilih layer yang akan di buat data driven
          - start soft: pilih field/kolom yang menunjukan urutan lembar peta
          Untuk Optional fields biarkan none

  • Lalu klik tab Extent untuk menetukan tampilan saat kita membuat data driven page, dalam hal iin pada bagian Map Extent pilih Best Fit 125% supaya field/kolom polgon desa yang dipilih tampil besar. Lalu klik OK

  • Ubah simbol layer tersebut menurut jenis kategori nama desa dimana dalam layer ini namanya NAMOBJ
  • Kemudian tes hasil set data driven page, dengan melakukan klik tanda panah kiri dan kanan yang menunjukan urutan dari lembar layout peta tematik menurut desa di Kabupaten Majalengka. Misal saya pilih Desa Sangkahurip. 

  • Pada menu Page text klik menu Data Driven Page Attribute kemudian pilih field yang akan menampilkan atribut dalam hal ini saya pilih NAMOBJ  atau bisa juga pilih Data driven page name yang akan otomatis menampilkan nama field yang tadi pilih saat buat data driven yaitu menampilkan nama desa. Adapun ada beberapa menu lain diantaranya:
          Data driven page number : menampilkan urutan peta kita menurut nilai field FID
          Data driven page with count : menampilkan nomor urutan lembar peta dari jumlah lembar
          Data driven page Expression : menampilkan expresi yang sudah ditentukan pada layer
  • Jika sudah diset maka silahkan atur judul peta, skala, grid, peta indeks dan sebagainya, lalu silahkan simpan setiap lembar peta tersebut ke dalam format png/jpg/pdf.


Dengan teknik data driven ini bisa menghemat waktu yang sangat besar sekali dengan satu layout kita bisa membuat lembar peta tematik yang sangat banyak. Semoga bermanfaat.

Demikianlah tulisan tentang penggunan data driven di ArcGIS untuk membuat lembar peta yang banyak dalam satu layout, semoga bermafaat dan terimakasih sudah menyimak.

Jika ingin mendownload tulisan tersebut silahkan klik disini.


       



Saturday, December 14, 2019

Menambahkan Text dalam Sebuah Kolom yang Berisi di ArcGIS


Pada saat sedang melakukan analisis atau pekerjaan GIS melibatkan atribut data, beberapa keadaan mengharuskan untuk melakukan perubahan pada isi atribut tabel. Jika penambahan atribut atau mengisi kolom yang kosong itu bukan merupakan masalah. Namun bagaimana seandainya kita diahruskan menambahkan teks dalam atribut kolom tabel kita?

Jika kita perlu untuk melakukan penambahan teks kedalam sebuah kolom yang ada isinya tanpa menghapus data dalam kolom tabel tersebut. Misalkan contoh sederhana pada saat saya akan membuat layout peta administrasi. Dalam peta administrasi yang ada terdapat sebuah kolom yang berisi nama kecamatan, dalam nama kecamatan tersebut hanya terdapat nama dari kecamatan saja. Misal untuk "Kecamatan Sukahaji" dalam kolom tabel kita hanya terdapat "Sukahaji" sedangkan untuk keperluan layout ataupun keperluan lain saya perlu menambahkan teks "Kecamatan" di setiap kolom kecamatan tersebut.

Dalam ArcGIS saya bisa menambahkan text kedala kolom tabel dengan menggunakan FIeld Calculator. Dalam field kalkulator tersebut  ketikan perintah 'Kecamatan' + ' ' + !Nama_Field dengan memilih parser Python, kemudian klik OK.


@wawanhn 2016.

Friday, October 25, 2019

Mosaic Citra Landsat Menggunakan ArcGIS

Mosaic Citra Landsat Menggunakan ArcGIS
Setelah sekian lama tidak update tulisan, kali ini akan berbagi lagi tulisanterkait dengan GIS yaitu tentang bagaimana cara membuat mosaic citra landsat dengan menggunakan ArcGIS. Sebagaimana diketahui mosaic citra yaitu menggabungkan beberapa citra menjadi satu citra yang utuh. sebagai contoh saat kita melakukan download citra landsat untuk wilayah tertentu yang luas membutuhkan lebih dari 1 scene citra landsat. Untuk memudahkan kita melakukan interpretasi atau analisis dalam sekala regional yang besar tentu lebih efektif jika kita gabung atau mosaic beberapa scene citra tersebut menjadi satu file citra.

Dalam contoh ini saya akan menggunakan citra landsat 7 ETM+ yang dapat di download di website USGS

Download Citra Landsat Gratis Bagian 2.

Saya telah download citra landsat 7 ETM + sebagai berikut:


  • Citra Landsat 7 ETM + Path 121 Row 065, dengan akuisisi data tanggal 5 September 1999
  • Citra Landsat 7 ETM + Path 122 Row 065, dengan akuisisi data tanggal 12 Mei 2001

Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Persiapan Citra

Seperti disebutkan sebelumnya saya sudah punya 2 scene citra landsat 7 ETM +. Citra landsat tersebut sudah saya combine dari 3 band, dalam contoh ini saya menggunakan kombinasi band 7 4 2 untuk menampilkan warna natural.

Dalam citra landsat tersebut berbentuk persegi dimana pada bagian samping citra tersebut terdapat waran hitam yang menunjukan bahwa di bagian tersebut tidak ada data dan berisi nilai 0 pada band R G B kalau kita lihat dengan menggunakan button identify. Jika kit alangsung mengabungkan atau mosaic citra tersebut makan akan terjadi overlap warna hitam tersebut menimpa citra scene lain. Dengan demikian langkah yangkan kita lakukan adalah menghilangkan nilai 0 tersebut dari citra landsat tersebut. 


2. Copy Raster

Langkah untuk menghilangkan data yang bernilai nilai 0 pada data tersebut salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan toolbox Copy Raster yang berada di Arctoolbox di bagian

 Data Managment Tools -> Raster -> Raster Dataset


Pilih tool Copy Raster untuk menyalin raster baru dari 2 citra landsat diatas dengan memperhatikan beberapa item sebagai berikut


  • Pada bagian input raster pilih raster yang akan di copy
  • Pada bagian Output Raster Dataset tentukan nama dan tempat penyimpanan citra hasil copy
  • Pada bagian Ignore Background Value isi dengan 0
  • Pada bagian NoData Value isi juga nilai 0
  • Kemudian pada bagian Pixel type isi dengan ukuran type data yang sesuai dengan citra tersebut. Ukuran type data tersebut dapat dilihat dengan melakukan klik kanan pada citra tersebut kemudian pilih properties dan lihat pada bagian tab Source. Dalam contoh saya menggunakan 16 BIT UNSIGNED yang artinya ukuran data tersebut maksimal 16 Bit tanpa bilangan negatif (bertanda).
Jika proses copy raster tersebut berhasil maka dapat dihasilkan citra baru seperti ditampilkan dalam gambar di bawah.


Lakukan langkah diatas untuk citra yang satunya lagi.

3. Mosaic to New Raster

Selanjutnya langkah terakhir adalah menggabungkan kedua citra tersebut dengan menggunakan toolbox Mosaic to New Raster yang terdapat dalam ArcToolbox:

Data Managment Tools -> Raster -> Raster Dataset




  • Pada bagian input raster masukan citra yang akan digabung
  • Pada bagian Output Location pilih folder tempat penyimpanan atau geodatabase hasil mosaic citra, dalam contoh ini saya simpan di Geodatabase bawan ArcGIS
  • Tentukan nama citra hasil mosaic di bagian Raster Dataset Name with Extension
  • Kemudian tentukan Spatial Reference for Raster, dalam hal ini saya menggukanan Sistem Koordinat Geografi karena citra teresebut berada pada 2 zona UTM yang berbeda.
  • Kemudian pilih number of band adalah 3, karena citra yang kita mosaic terdiri dari 3 band.
  • Lalu pilih OK.
Jika proses tersebut berhasil maka akan mendapatkan mosaic dari 2 scene citra landsat 7 ETM + seperti yang ditampilkan pada gambar di bawah ini.


Okay sekian dulu tulisan mengenai mosaic citra landsat dengan menggunakan ArcGIS, semoga dapat bermanfaat. @wawanhn

Friday, April 26, 2019

Konversi Feature Class sebuah Geodatabase yang mempunyai Domain dan Subtype kedalam format SHP

Konversi Feature Class sebuah Geodatabase yang mempunyai Domain dan Subtype kedalam format SHP
Dalam tulisan sebelumnya saya pernah share tentang cara konversi Geodatase ArcGIS menjadi file shp. Dalam tulisan tersebut menjelaskan bagaimana langkah-langkah dalam melakukan konversi sebuah geodatabase ataupun feature class kedalam format shapefile (shp) sehingga bisa lebih mudah melakukan analisis spasial bagi yang belum terbiasa dengan Geodatabase.

Namun terdapat permasalahan dalam konversi file tersebut jika Geodatase ArcGIS tersebut menggunakan domain dan subtype dalam manajemen atributnya. Cara membuat domain dan subtype dalam ArcGIS akan saya sharing di tulisan yang lain. Namun sebagai gambaran umum domain dan subtype digunakan sebagai untuk membuat acuan atau referensi dari sebuah kolom dengan mengacu pada kode tertentu, dengan tujuan mempermudah dan menjaga konsistensi dari atribut data tersebut. Misalnya dalam dalam peta administrasi kecamatan terdapat sebuah kolom yang isinya adalam menjelaskan kategori dari pembanguan di suatu kecamatan tersebut yaitu:

kode    deskripsi
---------------------
  1        tertinggal
  2        menengah
  3        maju
---------------------

dengan menggunakan domain dan subtype kita dapat dengan meudah mengisi atribut kolom kategori dengan mudah dan terjaga konsistensinya dari kesalahan penulisan dengan mengacu pada kode yang sudah didefinisikan. Sebagai contoh saya perlihatkan gambar sebuah Geodatabase yang mempunyai feature class bataskecamatan yang mengunakan domain dan subtype.


Gambar 1. Feature class yang mempunyai domain dan subtype

Dalam file batas kecamatan tersebut terdapat beberapa field/kolom yaitu id, nama, dan kategori. Kolom id berisi id kecamatan, kolom nama berisi nama kecamatan dan kolom kategori yang berisi informasi dari jenis kategori pembangunan di kecamatan tersebut dalam format text/string.
Isi dari kolomkategori sebenarnya merupakan deskripsi kategori  kode kategori yang terdapat dalam domain.
Jika kita konversi langsung feature class dari geodatabase tersebut kedalam format shp maka yang akan dihasilkan dalam atribut tabel adalah seperti ini.


Gambar 2. Atribut tabel hasil konversi ke shp

Dalam atribut tabel tersebut yang dikonversi ke format shp pada kolom kategori hanya berisi kode berupa angka 1 dan 2 sedangkan deskripsi dari kode tersebut tidak ditampilkan. Sehingga kita membutuhkan beberapa langkah untuk mengisi kolom kategori tersebut baik dengan cara mengisi manual ataupun dengan melakukan join ke tabel referensi kategori.

Dengan demikian supaya kita tidak harus melakukan langkah-langkah lain, maka yang harus dilakukan dalam konversi tersebut adalah dengan melakukan setting terhadap variabel Environtments. Caranya yaitu:

  • seperti biasa klik kanan di feature class yang akan di konversi lalu pilih Export -> To Shapefile (single) karena hanya 1 file yang akan di konversi, sehingga muncul dialog window fungsi Feature Class to feature class. 
  • klik button Environments sehingga tampil dialog window Environments Setting. Kemudian pada bagian Field ceklis Transfer field domain description, kemudian klik OK dan OK
  • Tunggulah sampe proses berhasil.

Gambar 3. Setting variabel Environments


Jika proses berhasil maka akan dihasilakan file shp bataskeac2.shp yang mempunyai atribut seperti pada Gambar 2 namun dengan tambahan 1 kolom yaitu d_kategori yang berisi deskripsi kategori dari kode kolom kategori.

Okay kita berhasil konversi file feature class beserta deskripsi dari domain dan subtype nya, sehingga kita tidak perlu mengisi data kategori secara manual ataupun melakukan join ke table referensi. Demikian tulisan sederhana ini semoga bermanfaat. Dan sebagai catatan dalam tulisan tersebut saya menggunakan ArcGIS 10.6 untuk melakukan operasi tersebut. @wawanhn

Referensi:
https://community.esri.com/thread/166445

Monday, October 22, 2018

Mengekstrak Nilai dari Beberapa Raster ke sebuah Layer Point

Melanjutkan tulisan

Konversi Raster ke Point di ArcGIS

kita akan membuat sebuah layer bertipe point dalam hal ini layer point yang berisi nilai curah hujan untuk tiap-tiap bulan yang didapatkan dari file raster curah hujan Chirps.

Penjelasan dari tulisan yang akan dibuat adalah sebagai berikut:
  1. Saya punya banyak data raster chirps perbulan untuk beberapa tahun (data chirps sudah saya download dari website Chirps). Misal saya download untuk data bulanan.
  2. Kemudian crop atau clip data raster chirps untuk beberapa tahun yang sudah didownload sebelumnya untuk lokasi tertentu,  Lihat 

    Memotong Banyak Raster dengan Polygon di ArcGIS Sekaligus

  3. Kemudian kita buat layer bertipe point yang berisi nilai curah hujan dari raster Chirps bulanan seperti di tulisan 

    Konversi Raster ke Point di ArcGIS

  4. Kemudian dalam tulisan ini kita akan mengekstrak nilai curah hujan perbulan dari file-file raster chirps untuk beberapa tahun ke dalam layer bertipe point.
Langkah yang dilakukan adalah dengan mengguanakan fungsi Extract Multi Values to Points dari toolbox Spatial Analyst Tools -> Extraction, kemudian setting windows fungsi Extract Multi Values to Points.

Input Point Feature  : tentukan layer point yang akan dimasukan nilai curah hujan dari raster chirps
Input Rasters             : tentukan raster-raster yang akan diekstrak nilai curah hujannya

Kemudian tentukan Output field name untuk setiap nilai raster yang diekstrak, maksdunya adalah tentukan nama kolom atau field dari setiap nilai curah hujan yang diekstrak. Sebagai contoh dalam tulisan ini akan mengekstrak nilai curah hujan bulanan dari raster chirps, dengan demikian tentukan nilai kolom nama tahun dan bulan.


Setalh selesai seting klik OK dan tunggu hasil proses, jika tidak ada kesalahan maka akan dihasilkan berupa layer point yang terdapat nilai-nilai curah hujan dari file-file raster chirps di dalam atribut tabelnya seperti gambar di bawah...


Sangat mudah dan sangat membantu pekerjaan analisis kita kan?.... Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat dan terima kasih sudah menyimak. @wawanhn






Konversi Raster ke Point di ArcGIS

Tulisan ini merupakan salah satu kelanjutan dari tulisan sebelumnya yaitu 

Memotong Banyak Raster dengan Polygon di ArcGIS Sekaligus 

maka selanjutnya saya akan melakukan konversi data raster citra satelit Chirps mejadi layer point dengan mengambil nilai curah hujan dari raster tersebut.

Untuk mengkonversi raster ke point di ArcGIS dapat menggunakan fungsi Raster to Point dari toolbox Conversion Tools - > From Raster -> Raster to Point. Dalam window fungsi raster to point tentukan 

Input Raster  : raster yang akan kita konversi jadi point
Field               : nilai raster yang akan di masukan ke layer point hasil konversi
Output point features : tentukan nama file hasil konversi dalam bentuk vektor bertipe point.


Setelah selesai settingan input, field dan output file kemudian klik OK dan tunggu hasil konversi sehingga kita mendapatkan layer baru bertipe point dengan terdapat nilai untuk setiap point dari value dari file raster yang kita konversi.

Okay sekian dan semoga bermanfaat. @wawanhn