Showing posts with label ArcGIS. Show all posts
Showing posts with label ArcGIS. Show all posts

Mosaic Citra Landsat Menggunakan ArcGIS

Add Comment
Setelah sekian lama tidak update tulisan, kali ini akan berbagi lagi tulisanterkait dengan GIS yaitu tentang bagaimana cara membuat mosaic citra landsat dengan menggunakan ArcGIS. Sebagaimana diketahui mosaic citra yaitu menggabungkan beberapa citra menjadi satu citra yang utuh. sebagai contoh saat kita melakukan download citra landsat untuk wilayah tertentu yang luas membutuhkan lebih dari 1 scene citra landsat. Untuk memudahkan kita melakukan interpretasi atau analisis dalam sekala regional yang besar tentu lebih efektif jika kita gabung atau mosaic beberapa scene citra tersebut menjadi satu file citra.

Dalam contoh ini saya akan menggunakan citra landsat 7 ETM+ yang dapat di download di website USGS

Download Citra Landsat Gratis Bagian 2.

Saya telah download citra landsat 7 ETM + sebagai berikut:


  • Citra Landsat 7 ETM + Path 121 Row 065, dengan akuisisi data tanggal 5 September 1999
  • Citra Landsat 7 ETM + Path 122 Row 065, dengan akuisisi data tanggal 12 Mei 2001

Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Persiapan Citra

Seperti disebutkan sebelumnya saya sudah punya 2 scene citra landsat 7 ETM +. Citra landsat tersebut sudah saya combine dari 3 band, dalam contoh ini saya menggunakan kombinasi band 7 4 2 untuk menampilkan warna natural.

Dalam citra landsat tersebut berbentuk persegi dimana pada bagian samping citra tersebut terdapat waran hitam yang menunjukan bahwa di bagian tersebut tidak ada data dan berisi nilai 0 pada band R G B kalau kita lihat dengan menggunakan button identify. Jika kit alangsung mengabungkan atau mosaic citra tersebut makan akan terjadi overlap warna hitam tersebut menimpa citra scene lain. Dengan demikian langkah yangkan kita lakukan adalah menghilangkan nilai 0 tersebut dari citra landsat tersebut. 


2. Copy Raster

Langkah untuk menghilangkan data yang bernilai nilai 0 pada data tersebut salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan toolbox Copy Raster yang berada di Arctoolbox di bagian

 Data Managment Tools -> Raster -> Raster Dataset


Pilih tool Copy Raster untuk menyalin raster baru dari 2 citra landsat diatas dengan memperhatikan beberapa item sebagai berikut


  • Pada bagian input raster pilih raster yang akan di copy
  • Pada bagian Output Raster Dataset tentukan nama dan tempat penyimpanan citra hasil copy
  • Pada bagian Ignore Background Value isi dengan 0
  • Pada bagian NoData Value isi juga nilai 0
  • Kemudian pada bagian Pixel type isi dengan ukuran type data yang sesuai dengan citra tersebut. Ukuran type data tersebut dapat dilihat dengan melakukan klik kanan pada citra tersebut kemudian pilih properties dan lihat pada bagian tab Source. Dalam contoh saya menggunakan 16 BIT UNSIGNED yang artinya ukuran data tersebut maksimal 16 Bit tanpa bilangan negatif (bertanda).
Jika proses copy raster tersebut berhasil maka dapat dihasilkan citra baru seperti ditampilkan dalam gambar di bawah.


Lakukan langkah diatas untuk citra yang satunya lagi.

3. Mosaic to New Raster

Selanjutnya langkah terakhir adalah menggabungkan kedua citra tersebut dengan menggunakan toolbox Mosaic to New Raster yang terdapat dalam ArcToolbox:

Data Managment Tools -> Raster -> Raster Dataset




  • Pada bagian input raster masukan citra yang akan digabung
  • Pada bagian Output Location pilih folder tempat penyimpanan atau geodatabase hasil mosaic citra, dalam contoh ini saya simpan di Geodatabase bawan ArcGIS
  • Tentukan nama citra hasil mosaic di bagian Raster Dataset Name with Extension
  • Kemudian tentukan Spatial Reference for Raster, dalam hal ini saya menggukanan Sistem Koordinat Geografi karena citra teresebut berada pada 2 zona UTM yang berbeda.
  • Kemudian pilih number of band adalah 3, karena citra yang kita mosaic terdiri dari 3 band.
  • Lalu pilih OK.
Jika proses tersebut berhasil maka akan mendapatkan mosaic dari 2 scene citra landsat 7 ETM + seperti yang ditampilkan pada gambar di bawah ini.


Okay sekian dulu tulisan mengenai mosaic citra landsat dengan menggunakan ArcGIS, semoga dapat bermanfaat. @wawanhn

Konversi Feature Class sebuah Geodatabase yang mempunyai Domain dan Subtype kedalam format SHP

Add Comment
Dalam tulisan sebelumnya saya pernah share tentang cara konversi Geodatase ArcGIS menjadi file shp. Dalam tulisan tersebut menjelaskan bagaimana langkah-langkah dalam melakukan konversi sebuah geodatabase ataupun feature class kedalam format shapefile (shp) sehingga bisa lebih mudah melakukan analisis spasial bagi yang belum terbiasa dengan Geodatabase.

Namun terdapat permasalahan dalam konversi file tersebut jika Geodatase ArcGIS tersebut menggunakan domain dan subtype dalam manajemen atributnya. Cara membuat domain dan subtype dalam ArcGIS akan saya sharing di tulisan yang lain. Namun sebagai gambaran umum domain dan subtype digunakan sebagai untuk membuat acuan atau referensi dari sebuah kolom dengan mengacu pada kode tertentu, dengan tujuan mempermudah dan menjaga konsistensi dari atribut data tersebut. Misalnya dalam dalam peta administrasi kecamatan terdapat sebuah kolom yang isinya adalam menjelaskan kategori dari pembanguan di suatu kecamatan tersebut yaitu:

kode    deskripsi
---------------------
  1        tertinggal
  2        menengah
  3        maju
---------------------

dengan menggunakan domain dan subtype kita dapat dengan meudah mengisi atribut kolom kategori dengan mudah dan terjaga konsistensinya dari kesalahan penulisan dengan mengacu pada kode yang sudah didefinisikan. Sebagai contoh saya perlihatkan gambar sebuah Geodatabase yang mempunyai feature class bataskecamatan yang mengunakan domain dan subtype.


Gambar 1. Feature class yang mempunyai domain dan subtype

Dalam file batas kecamatan tersebut terdapat beberapa field/kolom yaitu id, nama, dan kategori. Kolom id berisi id kecamatan, kolom nama berisi nama kecamatan dan kolom kategori yang berisi informasi dari jenis kategori pembangunan di kecamatan tersebut dalam format text/string.
Isi dari kolomkategori sebenarnya merupakan deskripsi kategori  kode kategori yang terdapat dalam domain.
Jika kita konversi langsung feature class dari geodatabase tersebut kedalam format shp maka yang akan dihasilkan dalam atribut tabel adalah seperti ini.


Gambar 2. Atribut tabel hasil konversi ke shp

Dalam atribut tabel tersebut yang dikonversi ke format shp pada kolom kategori hanya berisi kode berupa angka 1 dan 2 sedangkan deskripsi dari kode tersebut tidak ditampilkan. Sehingga kita membutuhkan beberapa langkah untuk mengisi kolom kategori tersebut baik dengan cara mengisi manual ataupun dengan melakukan join ke tabel referensi kategori.

Dengan demikian supaya kita tidak harus melakukan langkah-langkah lain, maka yang harus dilakukan dalam konversi tersebut adalah dengan melakukan setting terhadap variabel Environtments. Caranya yaitu:

  • seperti biasa klik kanan di feature class yang akan di konversi lalu pilih Export -> To Shapefile (single) karena hanya 1 file yang akan di konversi, sehingga muncul dialog window fungsi Feature Class to feature class. 
  • klik button Environments sehingga tampil dialog window Environments Setting. Kemudian pada bagian Field ceklis Transfer field domain description, kemudian klik OK dan OK
  • Tunggulah sampe proses berhasil.

Gambar 3. Setting variabel Environments


Jika proses berhasil maka akan dihasilakan file shp bataskeac2.shp yang mempunyai atribut seperti pada Gambar 2 namun dengan tambahan 1 kolom yaitu d_kategori yang berisi deskripsi kategori dari kode kolom kategori.

Okay kita berhasil konversi file feature class beserta deskripsi dari domain dan subtype nya, sehingga kita tidak perlu mengisi data kategori secara manual ataupun melakukan join ke table referensi. Demikian tulisan sederhana ini semoga bermanfaat. Dan sebagai catatan dalam tulisan tersebut saya menggunakan ArcGIS 10.6 untuk melakukan operasi tersebut. @wawanhn

Referensi:
https://community.esri.com/thread/166445

Mengekstrak Nilai dari Beberapa Raster ke sebuah Layer Point

1 Comment
Melanjutkan tulisan

Konversi Raster ke Point di ArcGIS

kita akan membuat sebuah layer bertipe point dalam hal ini layer point yang berisi nilai curah hujan untuk tiap-tiap bulan yang didapatkan dari file raster curah hujan Chirps.

Penjelasan dari tulisan yang akan dibuat adalah sebagai berikut:
  1. Saya punya banyak data raster chirps perbulan untuk beberapa tahun (data chirps sudah saya download dari website Chirps). Misal saya download untuk data bulanan.
  2. Kemudian crop atau clip data raster chirps untuk beberapa tahun yang sudah didownload sebelumnya untuk lokasi tertentu,  Lihat 

    Memotong Banyak Raster dengan Polygon di ArcGIS Sekaligus

  3. Kemudian kita buat layer bertipe point yang berisi nilai curah hujan dari raster Chirps bulanan seperti di tulisan 

    Konversi Raster ke Point di ArcGIS

  4. Kemudian dalam tulisan ini kita akan mengekstrak nilai curah hujan perbulan dari file-file raster chirps untuk beberapa tahun ke dalam layer bertipe point.
Langkah yang dilakukan adalah dengan mengguanakan fungsi Extract Multi Values to Points dari toolbox Spatial Analyst Tools -> Extraction, kemudian setting windows fungsi Extract Multi Values to Points.

Input Point Feature  : tentukan layer point yang akan dimasukan nilai curah hujan dari raster chirps
Input Rasters             : tentukan raster-raster yang akan diekstrak nilai curah hujannya

Kemudian tentukan Output field name untuk setiap nilai raster yang diekstrak, maksdunya adalah tentukan nama kolom atau field dari setiap nilai curah hujan yang diekstrak. Sebagai contoh dalam tulisan ini akan mengekstrak nilai curah hujan bulanan dari raster chirps, dengan demikian tentukan nilai kolom nama tahun dan bulan.


Setalh selesai seting klik OK dan tunggu hasil proses, jika tidak ada kesalahan maka akan dihasilkan berupa layer point yang terdapat nilai-nilai curah hujan dari file-file raster chirps di dalam atribut tabelnya seperti gambar di bawah...


Sangat mudah dan sangat membantu pekerjaan analisis kita kan?.... Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat dan terima kasih sudah menyimak. @wawanhn






Konversi Raster ke Point di ArcGIS

Add Comment
Tulisan ini merupakan salah satu kelanjutan dari tulisan sebelumnya yaitu 

Memotong Banyak Raster dengan Polygon di ArcGIS Sekaligus 

maka selanjutnya saya akan melakukan konversi data raster citra satelit Chirps mejadi layer point dengan mengambil nilai curah hujan dari raster tersebut.

Untuk mengkonversi raster ke point di ArcGIS dapat menggunakan fungsi Raster to Point dari toolbox Conversion Tools - > From Raster -> Raster to Point. Dalam window fungsi raster to point tentukan 

Input Raster  : raster yang akan kita konversi jadi point
Field               : nilai raster yang akan di masukan ke layer point hasil konversi
Output point features : tentukan nama file hasil konversi dalam bentuk vektor bertipe point.


Setelah selesai settingan input, field dan output file kemudian klik OK dan tunggu hasil konversi sehingga kita mendapatkan layer baru bertipe point dengan terdapat nilai untuk setiap point dari value dari file raster yang kita konversi.

Okay sekian dan semoga bermanfaat. @wawanhn

Memotong Banyak Raster dengan Polygon di ArcGIS Sekaligus

Add Comment
Jika ingin memotong atau clip banyak raster di ArcGIS dengan polygon dengan satu langkah dapat dilakukan dengan menggunakan fungsi Extract by Mask secara Batch.

Misalkan saya punya banyak file data satelit curah hujan Chirps perbulan untuk beberapa tahun, kemudian saya ingin melakukan crop untuk lokasi tertentu dalam satu langkah dapat dilakukan dengan langkah berikut.


Dengan mengunakan fungsi atau toolbox Spatial Analyst Tools -> Extaction -> Extract by Mask lalu klik kanan dan pilih Batch


Lalu seting file raster masukan yang akan di potong, file vektor atau raster untuk memotong dan nama file hasil pemotongan, setelah selesai klik OK dan tunggu hasil prosesnya sampai selesai.


Jika berhasil selamat dengan sekali klik dapat memotong raster yang banyak dengan sebuah polygon sehingga sangat membantu proses masking kita tanpa melakukan proses berkali kali. Sekian terima kasih sudah menyimak.