Showing posts with label ArcGIS. Show all posts
Showing posts with label ArcGIS. Show all posts

Mosaic Citra Landsat Menggunakan ArcGIS

Add Comment
Setelah sekian lama tidak update tulisan, kali ini akan berbagi lagi tulisanterkait dengan GIS yaitu tentang bagaimana cara membuat mosaic citra landsat dengan menggunakan ArcGIS. Sebagaimana diketahui mosaic citra yaitu menggabungkan beberapa citra menjadi satu citra yang utuh. sebagai contoh saat kita melakukan download citra landsat untuk wilayah tertentu yang luas membutuhkan lebih dari 1 scene citra landsat. Untuk memudahkan kita melakukan interpretasi atau analisis dalam sekala regional yang besar tentu lebih efektif jika kita gabung atau mosaic beberapa scene citra tersebut menjadi satu file citra.

Dalam contoh ini saya akan menggunakan citra landsat 7 ETM+ yang dapat di download di website USGS

Download Citra Landsat Gratis Bagian 2.

Saya telah download citra landsat 7 ETM + sebagai berikut:


  • Citra Landsat 7 ETM + Path 121 Row 065, dengan akuisisi data tanggal 5 September 1999
  • Citra Landsat 7 ETM + Path 122 Row 065, dengan akuisisi data tanggal 12 Mei 2001

Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Persiapan Citra

Seperti disebutkan sebelumnya saya sudah punya 2 scene citra landsat 7 ETM +. Citra landsat tersebut sudah saya combine dari 3 band, dalam contoh ini saya menggunakan kombinasi band 7 4 2 untuk menampilkan warna natural.

Dalam citra landsat tersebut berbentuk persegi dimana pada bagian samping citra tersebut terdapat waran hitam yang menunjukan bahwa di bagian tersebut tidak ada data dan berisi nilai 0 pada band R G B kalau kita lihat dengan menggunakan button identify. Jika kit alangsung mengabungkan atau mosaic citra tersebut makan akan terjadi overlap warna hitam tersebut menimpa citra scene lain. Dengan demikian langkah yangkan kita lakukan adalah menghilangkan nilai 0 tersebut dari citra landsat tersebut. 


2. Copy Raster

Langkah untuk menghilangkan data yang bernilai nilai 0 pada data tersebut salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan toolbox Copy Raster yang berada di Arctoolbox di bagian

 Data Managment Tools -> Raster -> Raster Dataset


Pilih tool Copy Raster untuk menyalin raster baru dari 2 citra landsat diatas dengan memperhatikan beberapa item sebagai berikut


  • Pada bagian input raster pilih raster yang akan di copy
  • Pada bagian Output Raster Dataset tentukan nama dan tempat penyimpanan citra hasil copy
  • Pada bagian Ignore Background Value isi dengan 0
  • Pada bagian NoData Value isi juga nilai 0
  • Kemudian pada bagian Pixel type isi dengan ukuran type data yang sesuai dengan citra tersebut. Ukuran type data tersebut dapat dilihat dengan melakukan klik kanan pada citra tersebut kemudian pilih properties dan lihat pada bagian tab Source. Dalam contoh saya menggunakan 16 BIT UNSIGNED yang artinya ukuran data tersebut maksimal 16 Bit tanpa bilangan negatif (bertanda).
Jika proses copy raster tersebut berhasil maka dapat dihasilkan citra baru seperti ditampilkan dalam gambar di bawah.


Lakukan langkah diatas untuk citra yang satunya lagi.

3. Mosaic to New Raster

Selanjutnya langkah terakhir adalah menggabungkan kedua citra tersebut dengan menggunakan toolbox Mosaic to New Raster yang terdapat dalam ArcToolbox:

Data Managment Tools -> Raster -> Raster Dataset




  • Pada bagian input raster masukan citra yang akan digabung
  • Pada bagian Output Location pilih folder tempat penyimpanan atau geodatabase hasil mosaic citra, dalam contoh ini saya simpan di Geodatabase bawan ArcGIS
  • Tentukan nama citra hasil mosaic di bagian Raster Dataset Name with Extension
  • Kemudian tentukan Spatial Reference for Raster, dalam hal ini saya menggukanan Sistem Koordinat Geografi karena citra teresebut berada pada 2 zona UTM yang berbeda.
  • Kemudian pilih number of band adalah 3, karena citra yang kita mosaic terdiri dari 3 band.
  • Lalu pilih OK.
Jika proses tersebut berhasil maka akan mendapatkan mosaic dari 2 scene citra landsat 7 ETM + seperti yang ditampilkan pada gambar di bawah ini.


Okay sekian dulu tulisan mengenai mosaic citra landsat dengan menggunakan ArcGIS, semoga dapat bermanfaat. @wawanhn

Konversi Feature Class sebuah Geodatabase yang mempunyai Domain dan Subtype kedalam format SHP

Add Comment
Dalam tulisan sebelumnya saya pernah share tentang cara konversi Geodatase ArcGIS menjadi file shp. Dalam tulisan tersebut menjelaskan bagaimana langkah-langkah dalam melakukan konversi sebuah geodatabase ataupun feature class kedalam format shapefile (shp) sehingga bisa lebih mudah melakukan analisis spasial bagi yang belum terbiasa dengan Geodatabase.

Namun terdapat permasalahan dalam konversi file tersebut jika Geodatase ArcGIS tersebut menggunakan domain dan subtype dalam manajemen atributnya. Cara membuat domain dan subtype dalam ArcGIS akan saya sharing di tulisan yang lain. Namun sebagai gambaran umum domain dan subtype digunakan sebagai untuk membuat acuan atau referensi dari sebuah kolom dengan mengacu pada kode tertentu, dengan tujuan mempermudah dan menjaga konsistensi dari atribut data tersebut. Misalnya dalam dalam peta administrasi kecamatan terdapat sebuah kolom yang isinya adalam menjelaskan kategori dari pembanguan di suatu kecamatan tersebut yaitu:

kode    deskripsi
---------------------
  1        tertinggal
  2        menengah
  3        maju
---------------------

dengan menggunakan domain dan subtype kita dapat dengan meudah mengisi atribut kolom kategori dengan mudah dan terjaga konsistensinya dari kesalahan penulisan dengan mengacu pada kode yang sudah didefinisikan. Sebagai contoh saya perlihatkan gambar sebuah Geodatabase yang mempunyai feature class bataskecamatan yang mengunakan domain dan subtype.


Gambar 1. Feature class yang mempunyai domain dan subtype

Dalam file batas kecamatan tersebut terdapat beberapa field/kolom yaitu id, nama, dan kategori. Kolom id berisi id kecamatan, kolom nama berisi nama kecamatan dan kolom kategori yang berisi informasi dari jenis kategori pembangunan di kecamatan tersebut dalam format text/string.
Isi dari kolomkategori sebenarnya merupakan deskripsi kategori  kode kategori yang terdapat dalam domain.
Jika kita konversi langsung feature class dari geodatabase tersebut kedalam format shp maka yang akan dihasilkan dalam atribut tabel adalah seperti ini.


Gambar 2. Atribut tabel hasil konversi ke shp

Dalam atribut tabel tersebut yang dikonversi ke format shp pada kolom kategori hanya berisi kode berupa angka 1 dan 2 sedangkan deskripsi dari kode tersebut tidak ditampilkan. Sehingga kita membutuhkan beberapa langkah untuk mengisi kolom kategori tersebut baik dengan cara mengisi manual ataupun dengan melakukan join ke tabel referensi kategori.

Dengan demikian supaya kita tidak harus melakukan langkah-langkah lain, maka yang harus dilakukan dalam konversi tersebut adalah dengan melakukan setting terhadap variabel Environtments. Caranya yaitu:

  • seperti biasa klik kanan di feature class yang akan di konversi lalu pilih Export -> To Shapefile (single) karena hanya 1 file yang akan di konversi, sehingga muncul dialog window fungsi Feature Class to feature class. 
  • klik button Environments sehingga tampil dialog window Environments Setting. Kemudian pada bagian Field ceklis Transfer field domain description, kemudian klik OK dan OK
  • Tunggulah sampe proses berhasil.

Gambar 3. Setting variabel Environments


Jika proses berhasil maka akan dihasilakan file shp bataskeac2.shp yang mempunyai atribut seperti pada Gambar 2 namun dengan tambahan 1 kolom yaitu d_kategori yang berisi deskripsi kategori dari kode kolom kategori.

Okay kita berhasil konversi file feature class beserta deskripsi dari domain dan subtype nya, sehingga kita tidak perlu mengisi data kategori secara manual ataupun melakukan join ke table referensi. Demikian tulisan sederhana ini semoga bermanfaat. Dan sebagai catatan dalam tulisan tersebut saya menggunakan ArcGIS 10.6 untuk melakukan operasi tersebut. @wawanhn

Referensi:
https://community.esri.com/thread/166445

Mengekstrak Nilai dari Beberapa Raster ke sebuah Layer Point

1 Comment
Melanjutkan tulisan

Konversi Raster ke Point di ArcGIS

kita akan membuat sebuah layer bertipe point dalam hal ini layer point yang berisi nilai curah hujan untuk tiap-tiap bulan yang didapatkan dari file raster curah hujan Chirps.

Penjelasan dari tulisan yang akan dibuat adalah sebagai berikut:
  1. Saya punya banyak data raster chirps perbulan untuk beberapa tahun (data chirps sudah saya download dari website Chirps). Misal saya download untuk data bulanan.
  2. Kemudian crop atau clip data raster chirps untuk beberapa tahun yang sudah didownload sebelumnya untuk lokasi tertentu,  Lihat 

    Memotong Banyak Raster dengan Polygon di ArcGIS Sekaligus

  3. Kemudian kita buat layer bertipe point yang berisi nilai curah hujan dari raster Chirps bulanan seperti di tulisan 

    Konversi Raster ke Point di ArcGIS

  4. Kemudian dalam tulisan ini kita akan mengekstrak nilai curah hujan perbulan dari file-file raster chirps untuk beberapa tahun ke dalam layer bertipe point.
Langkah yang dilakukan adalah dengan mengguanakan fungsi Extract Multi Values to Points dari toolbox Spatial Analyst Tools -> Extraction, kemudian setting windows fungsi Extract Multi Values to Points.

Input Point Feature  : tentukan layer point yang akan dimasukan nilai curah hujan dari raster chirps
Input Rasters             : tentukan raster-raster yang akan diekstrak nilai curah hujannya

Kemudian tentukan Output field name untuk setiap nilai raster yang diekstrak, maksdunya adalah tentukan nama kolom atau field dari setiap nilai curah hujan yang diekstrak. Sebagai contoh dalam tulisan ini akan mengekstrak nilai curah hujan bulanan dari raster chirps, dengan demikian tentukan nilai kolom nama tahun dan bulan.


Setalh selesai seting klik OK dan tunggu hasil proses, jika tidak ada kesalahan maka akan dihasilkan berupa layer point yang terdapat nilai-nilai curah hujan dari file-file raster chirps di dalam atribut tabelnya seperti gambar di bawah...


Sangat mudah dan sangat membantu pekerjaan analisis kita kan?.... Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat dan terima kasih sudah menyimak. @wawanhn






Konversi Raster ke Point di ArcGIS

Add Comment
Tulisan ini merupakan salah satu kelanjutan dari tulisan sebelumnya yaitu 

Memotong Banyak Raster dengan Polygon di ArcGIS Sekaligus 

maka selanjutnya saya akan melakukan konversi data raster citra satelit Chirps mejadi layer point dengan mengambil nilai curah hujan dari raster tersebut.

Untuk mengkonversi raster ke point di ArcGIS dapat menggunakan fungsi Raster to Point dari toolbox Conversion Tools - > From Raster -> Raster to Point. Dalam window fungsi raster to point tentukan 

Input Raster  : raster yang akan kita konversi jadi point
Field               : nilai raster yang akan di masukan ke layer point hasil konversi
Output point features : tentukan nama file hasil konversi dalam bentuk vektor bertipe point.


Setelah selesai settingan input, field dan output file kemudian klik OK dan tunggu hasil konversi sehingga kita mendapatkan layer baru bertipe point dengan terdapat nilai untuk setiap point dari value dari file raster yang kita konversi.

Okay sekian dan semoga bermanfaat. @wawanhn

Memotong Banyak Raster dengan Polygon di ArcGIS Sekaligus

Add Comment
Jika ingin memotong atau clip banyak raster di ArcGIS dengan polygon dengan satu langkah dapat dilakukan dengan menggunakan fungsi Extract by Mask secara Batch.

Misalkan saya punya banyak file data satelit curah hujan Chirps perbulan untuk beberapa tahun, kemudian saya ingin melakukan crop untuk lokasi tertentu dalam satu langkah dapat dilakukan dengan langkah berikut.


Dengan mengunakan fungsi atau toolbox Spatial Analyst Tools -> Extaction -> Extract by Mask lalu klik kanan dan pilih Batch


Lalu seting file raster masukan yang akan di potong, file vektor atau raster untuk memotong dan nama file hasil pemotongan, setelah selesai klik OK dan tunggu hasil prosesnya sampai selesai.


Jika berhasil selamat dengan sekali klik dapat memotong raster yang banyak dengan sebuah polygon sehingga sangat membantu proses masking kita tanpa melakukan proses berkali kali. Sekian terima kasih sudah menyimak.



Menggabungkan Beberapa Layer di ArcGIS

Add Comment

Perangkat lunak ArcGIS sangat lengkap dalam melakukan analisis maupun operasi dalam mengelola data spasial. Salah satu hal yang biasa dilakukan dalam mengolah data spasial vektor adalah bagaimana menggabungkan (merge) beberapa layer yang mempunyai karkateristik yang sama menjadi satu layer baru.

Sebagai contoh saat saya mendowload data RBI taguna lahan dari BIG didapatkan untuk data yang terdiri dari beberapa layer tataguna lahan secara terpisah yaitu layer pemukiman, layer perkebunan, layer sawah, layer semak belukar dan layer-layer lainnya.

Untuk memudahkan analisis dan pengolahan data spasial tersebut maka akan lebih mudah untuk mengolah data tataguna lahan tersebut dalam satu layer. Dengan demikian layer-layer tataguna lahan tersebut harus dijadikan satu.

Jika kita menggunakan perangkat lunak ArcGIS maka untuk menggabungkan beberapa layer di ArcGIS dapat dilakukan dengan satu langkah menggunakan fungsi merge di ArcGIS.

Langkah yang dilakukan adalah buka layer-layer tataguna lahan tersebut di ArcMap, kemudian buka toolbox Data Management Tool -> General -> Merge kemudian setelah terbuka windows toolbox merge maka di bagian Input Datasets masukan layer-layer yang akan kita gabungkan.

Tentukan nama layer hasil penggabungkan dalam Output Datasets.

Kita dapat melihat field-field yang akan digabung dan disimpan dalam tabel layer hasil penggabungan.

Sebagai catatan sebelum kita menggabungkan layer, kita harus memastikan bahwa di dalam tabel layer kita terdapat field atau kolom yang dijadikan acuan untuk setiap objek dalam layer yang akan kita gabungkan. Sebagai contoh saat kita akan menggabungkan layer-layer tataguana lahan yang terdiri dari layer pemukiman, sawah, perkebunan dan lain-lain. Maka dalam layer pemukiman harus ada field atau kolom yang berisi informasi layer tersebut, misal dalam layer pemukiman terdapat field atau kolom jenis yang berisi data pemukiman, begitu juga untuk layer-layer lainnya berlaku sama.

Setelah dilakukan seting terhadap input datasets dan output dataset terkahir klik button OK dan tunggu sampai proses penggabungan layer berhasil dilakukan.


Demikian artikel mengenai menggabungka layer-layer di ArcGIS, semoga bermanfaat.

Konversi Data ArcGIS ke Google Earth

Add Comment

Saat ini faktor kompatibilitas merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pengelolaan data maupun perangkat lunak. Demikian pula dalam perangkat lunak GIS dengan berkembang pesatnya berbagai aplikasi GIS maka faktor kompatibilitas sebuah tipe data/file harus dipikirkan karena tiap perangkat lunak GIS mempunyai standar format data tertentu.

Agar kita tidak mengalami kendala mengenai kompatibilitas data dalam dunia GIS, tentunya kita harus memahami dengan baik beberapa hal yang terkait dengan perangkat lunak tersebut yaitu data dan proses. Kompatibiltas terkait erat dengan permasalahan data, terutama format data yang bisa digunakan atau diolah sebuah perangkat lunak GIS. Jika kita sering bekerja dengan GIS maka harus memahami format data apa yang standar bisa digunakan.

Terkait dengan judul diatas, saya akan membahas mengenai bagaimana kompatibilitas ArcGIS dan Google Earth, sehingga kita dapat berkerja dengan menggunakan dua perangkat lunak GIS tersebut dengan baik.

ArcGIS menggunakan format data standar berupa shapefile/shp meskipun saat ini standar data ArcGIS mulai ke arah geodatabase. Sedangkan Google Earth standarnya menggunakan data dengan format KML (Keyhole Markup Language) yaitu format data berbasis XML yang dapat memuat data geografi atau bisa juga berformat KMZ. Keyhole merupakan nama aplikasi google earth sebelum dibeli oleh Google. File KMZ merupakan file KML yang di Zip atau di kompres.

Setelah kita memahami dua format data yang digunakan di ArcGIS dan Google Eaerth maka kita dapat bekerja di dua perangkat lunak tersebut dengan melakukan konversi ke format yang bisa di baca di perangkat lunak bersangkutan.

Dengan ArcGIS kita dapat melakukan konversi data ArcGIS ke kml ataupun dari data KML/KMZ ke ArcGIS. Fungsi yang digunakan untuk melakukan konversi data tersebut terdapat terdapat dalam Toolbox Conversion Tools -> To KML -> Layer to KML untuk konversi data ArcGIS ke Google Earth. dan Toolbox Conversion Tools -> From KML -> KML to Layer untuk mengkonversi data Google Earth ke ArcGIS.

Bagaimana cara melakukan konveri data ArcGIS sehingga bisa digunakan di Google Earth akan saya sampaiakan sebagai berikut:


  • Buka ArcMap kemudian lakukan  Add data, dalam hal ini saya akan menggunakan data dengan format shp. Kemudian pada bagian toolbox pilih Conversion Tools -> To KML -> Layer to KML .


  • Lakukan konversi dengan memilih Layer yang akan dikonversi ke KML dan tentukan lokasi penyimpanan hasil konversi, setelah selesai di set klik OK.




  • Setelah proses konversi berhasil dilakukan kemudian buka aplikasi Google Earth. Untuk menambahkan file KML hasil konversi makan klik File -> Open dan pilih file KML yang akan ditampilkan di Google Earth.


  • Jika berhasil maka akan tampilan data hasil konversi di Google Earth, dan jika kita ingin memperbaiki tampilan data tersebut lakukan klik kanan pilih properties dan sesuaikan dengan kreasi Anda sendiri. Dan kita dapat melanjutkan perkerjaan kita di Google Earth dengan data tersebut.


Demikian tulisan sederhana saya buat semoga bermanfaat. @wawanhn



Export Data Artibut Tabel dengan Judul Alias di ArcGIS

Add Comment
Pada saat bekerja dengan ArcGIS ketika kita membutuhkan atribut dari suatu layer untuk diexport menjadi sebuah file yang dapat dibuka dengan excel banyak cara yang dilakukan misalnya dengan melakukan export atribut tabel tersebut menjadi sebuah file yang formatnya dbf. Namun terdapat satu permasalahan ketika kita membutuhkan atribut tabel tersebut disimpan dalam format excel misalnya dengan judul field yang ingin ditampilkan adalah nama alias dari field tersebut.

Sebagai contoh saya mempunyai sebuah layer yang mempunyai atribut-atribut tabel. Dalam atribut tabel


Langkah yang dilakukan adalah pada bagian atribute table klik menu di ujung atas lalu pilih Select All ...



Sehingga seluruh isi atribut tabel terseleksi, kemudian klik kanan di pinggir tabel dan pilih Copy Selected..



Selnajutnya buka aplikasi Microsoft Excel kemudian buka File - New dan klik Paste hasil copy selected sebelumnya..


Dan terakhir kita Save file tersebut. Terimakasih telah menyimak tulisan sederhana ini semoga bermanfaat. @wawanhn

Crop atau Clip Vektor di ArcGIS

Add Comment

Untuk melakukan pemotongan data vektor di ArcGIS sangat mudah dilakukan untuk peta vektor yang bertipe polygon. Misalkan ada subuah peta Land Cover yang bertipe polygon untuk satu kawasan yang luas misal satu provinsi kemudian akan dipotong dengan polygon lain peta administrasi batas kabupaten maka dapat digunakan fungsi Clip di ArcGIS.

Langkah yang dilakukan adalah buka layer Land Cover dan layer Batas Administrasi Kabupaten dalam ArcMap. Kemudian buka fungsi Clip Toolbox, Analysisi Tools -> Extract -> Clip


Setelah windows Clip terbuka maka isikan parameter :
  • Input Feature : masukan file atau layer yang akan di crop
  • Clip Feature : masukan file atau layer yang jadi pemotong atau sebagai crop
  • Output Feature Class : masukan nama file hasil fungsi clip

Setelah fungsi tersebut dijalankan maka dapat dihasilkan file atau layer baru yang telah di crop, seperti terlihat pada gambar dibawah hasil clip layer Land Cover dengan layer Batas Kabupaten.


Baiklah sekian tulisan bagaimana cara crop vektor di ArcGIS dengan menggunakan fungsi Clip semoga bermanfaat. @wawanhn





Merubah Sistem Koordinat di ArcGIS dengan Menggunakan Fungsi Project

1 Comment

Dalam data Sistem Informasi Geografi (SIG) yang diolah dengan ArcGIS harus mempunyai sistem koordinat untuk dapat dilakukan analisis spasial. Sistem koordinat dalam ArcGIS secara umum dibagi dua yaitu Geographic Coordinate Systems dan Projected Coordinat Systems. Secara umum perbedaannya adalah pada sistem Geographic Coordinate Systems menggunakan satuan derajat dan Projected Coordinat Systems menggunakan satuan meter. Dalam tulisan lain akan dibahas lebih lanjut mengenai sistem koordinat.

Jika kita akan bekerja di ArcGIS dan mempunyai beberapa layer yang mempunyai beda-beda sistem koordinat dan kita ingin menyamakan dalam sebuah sistem koordinat tertentu, maka harus dilakukan perubahan sistem koordinat layer tersebut. Di ArcGIS untuk melakukan hal tersebut dapat menggunakan fungsi Project dari Toolbox Data Management.

Fungsi dari toolbox Project adalah untuk merubah sistem koordinat dari suatu layer atau file ke sistem koordinat lain. Dengan demikian toolbox ini digunakan untuk merubah sistem koordinat sebuah layer yang sudah ada koordinat sebelumnya namun ingin dirubah ke sistem koordinat lain, bukan layer yang belum mempunyai sistem koordinat.

Cara yang dilakukan untuk merubah koordinat yaitu di ArcMap buka layer yang akan kita rubah sistem koordinatnya, lalu cari fungsi Projection dari Toolbox Data Management->Projection and Transformations->Project,


Setelah tampil windows projection lalu masukan parameter-parameter:

  • Input Dataset or Feature Class : masukan input file atau layer
  • Input Coordinate System (optional) : bersifat optional untuk layer yang telah spesifik koordinatnya maka tidak harus diisi, namun jika sistem koordinat unknown atau tidak spesifik maka dapat kita isi.
  • Output Dataset or Feature Class : masukan nama file atau layer hasil proses
  • Output Coordinate System : masukan sistem koordinat yang untuk file atau layer yang dirubah
Dalam gambar diatas untuk input file misalanya layer BATAS_KBB dan untuk sistem koordinat layer tersebut sebelumnya adalah MapInfo Generic Lat/Long. Kemudian kita masukan nama layer output dan tentukan keluaran dari sistem koordinat layer tersebut menjadi GCS_WGS_1984 dari Geographic Coordinate Systems->WGS1984. Setelah selesai kemudian klik OK. Hasil dari dari fungsi tersebut seperti diperlihatkan pada gambar di bawah.


Oke sekian dulu cara merubah sistem koordinat di ArcGIS dengan menggunakan fungsi Project semoga bermanfaat. @wawanhn


Mengambil String dari Sebuah Atribut Field di ArcGIS

1 Comment

Dalam melakukan prosesing atau analisis data spasial di ArcGIS kita akan bersinggungan atribut data yang terdapat dalam sebuah field. Atribut sebuah field tersebut digunakan untuk melakukan pencarian atau query data. Dengan adanya atribut data yang baik dan bena maka dengan mudah kita akan melakukan prosesing atau analisis data spasial dengan ArcGIS.

Namun adakalanya ketika kita mendapatkan data hasil konversi dari format selain dari ArcGIS misal dari data Kml, MapInfo, atupun AutoCAD data hasil konversi dalam format shapefile atau geodatabase mempunyai banyak field yang tidak terlalu diperlukan dan bahkan isi atribut data yang terdapat dalam sebuah field mempunyai nilai string yang terlalu panjang atau bahkan kurang.

Dalam tulisan ini saya akan share cara menggunakan Field Calculator untuk melakukan proses manipulasi string atau text dalam sebuah field. Dalam hal ini saya akan membahas dua fungsi dalam field calculator untuk mengambil beberapa string atau text dalam sebuah field. Fungsi yang akan kita gunakan adalah fungsi left() dan fungsi right().

Baiklah kita bahas menfaat dari penggunaan fungsi tersebut, yaitu:

Fungsi left()

Fungsi left() digunakan untuk mengambil beberapa karakter string dari mulai sebelah kiri sejumlah berapa karakter. Contoh penggunaan dari fungsi left adalah misalnya kita punya field FolderPath yang berarti lokasi dari folder kerja seperti gambar di bawah ini


Dalam field FolderPath saya hanya menginginkan informasi lokasi path yaitu "Penutupan Lahan 2009/Features/" sehingga saya akan menghapus string atau text setelah "Penutupan Lahan 2009/Features/". Disini saya akan menggunakan fungsi left() sebagai berikut:

Di field FolderPath klik kanan dan pilih Field Calculator, kemudian tampil windows field calculator. Pilih VBScript pada bagian Parser. Pada bagian Type pilih String, kemudian pada bagian text area FolderPath= isikan dengan perintah: Left( [FolderPath],30 )



Pengertian dari fungsi tersebut adalah mabil string atau text dimulai dari sebelah kiri untuk field FolderPath sebanyak 30 karakter, selanjutnya klik OK. Maka akan dihasilkan string dalam field "Penutupan Lahan 2009/Features/".


Fungsi right()

Fungsi right() digunakan untuk mengambil beberapa karakter string dari mulai sebelah kanan sejumlah berapa karakter. Contoh penggunaan dari fungsi right adalah misalnya kita punya field jenis dari peta land cover yang berisi jenis land cover, namum dalam field tersebut berisi string land cover dan lokasi pathnya seperti terlihat pada gambar dibawah.


Dalam field jenis terdapat atribut "Penutupan Lahan 2009/Features/Permukiman" dan "Lahan 2009/Features/Pertanian Lahan Kering". Yang akan kita lakukan adalah mengambil string "Permukiman" dan "Pertanian Lahan Kering" saja, dengan memanfaatkan fungsi right(). 

Langkah yang pertama dilakukan adalah melakukan query untuk "Penutupan Lahan 2009/Features/Permukiman" sehingga hanya atribut itu saja yang terpilih dan kita akan mengambil 10 karakter dari kanan untuk string "Pemukiman". Lakukan quiery dengan menggunakan menu select by Attribute dari main menu Selection atau dari menu ujung kiri atas dari attribut tabel pilih Select by Attributes... 


Jika query tersebut benar maka akan terseleksi dalam tabel hanya untuk Penutupan Lahan 2009/Features/Permukiman" sehingga kita dapat melanjutkan ke langkah selanjutnya.


Langkah selanjutnya yaitu klik kanan pada field jenis dan pilih Field Calculator... kemudian lakukan sebagai berikut. Pada windows field calculator, pilih VB Script pada bagian Parser dan pilih String pada bagian Type, terkahir ketikan perintah Right( [jenis], 10 ) dan klik OK.


Fungsi right([jenis], 10) tersebut berarti dengan mengambil karakter dari kanan sejumlah 10 karakter untuk field jenis. Hasil akhir dari perintah diatas adalah dihasilkan string "Permukiman" dalam field jenis yang menunjukan jenis land cover. Lakukan untuk atribut lainnya dengan menghitung dari kanan berapa karakter yang akan diambil.


Demikian tulisan mengenai penggunaan fungsi left() dan right() di ArcGIS untuk manipulasi string, semoga bermnafaat. @wawanhn

Memperbaiki Error: Not enough memory to create requested bitmap di ArcGIS

Add Comment
Pada saat bekerja dengan ArcGIS dan melakukan export peta ke format jpeg, png, atau bmp mendapatkan pesan error seperti ini: "Not enough memory to create requested bitmap". Maka apa yang harus dilakukan dan kenapa?

Error tersebut menjadikan ArcGIS gagal untuk melakukan konversi peta ke dalam format jpeg, png, bpm dan sebagainya. Tampilan windows error seperti gambar dibawah.


Penyebab error tersebut bisa terjadi karena beberapa hal sebagai berikut:
  • Nilai Dot per Inch (DPI) diset terlalu besar
  • Terdapat kerusakan (corrupt) dalam dokumen map atau data frame
Jika mendapati error seperti ini maka dapat dilakukan perbaikan dengan cara sebagai berikut:

A. Cara Pertama
     Jika nilai DPI terlalu besar, maka turukan nilai DPI sebelum melakukan export map.
  1. Dalam ArcMap, klik File -> Export Map.
  2. Dalam windows Export Map, klik tab General dalam bagian Options.
  3. KUrangi nilai DPI dengan cara mengetikan atau klik combo.
  4. Kemudian klik save.


B. Cara Kedua
     Jika langkah pertama sudah dilakukan dan masih terdapat error seperti diatas, maka kemungkinan terdapat kerusakan dalam dokumen map, sehingga cara memperbaikinya yaitu dengan membuat file baru untuk layout peta kita. Untuk mempercepat lakukan copy paste untuk semua komponen dari layout dokumen map sebelumnya.


Demikian tulisan sederhana cara memperbaiki error "Not enough memory to create requested bitmap". Semoga bermanfaat dan terimakasih sudah berkunjung ke blog ini. @wawanhn

Referensi: http://support.esri.com/technical-article/000012915

Menghapus Kolom ArcMap secara Otomatis

Add Comment

Dalam bekerja dengan perangkat lunak ArcGIS kita akan bersinggungan dengan berbagai format data baik itu vektor ataupun raster. Dalam data vektor atau raster tersebut terdapat sebuah tipe data yang terkait di dalamnya yaitu data non-spasial atau biasa disebut data tabular. Satu objek vektor bisa mempunyai beberapa bahkan banyak atribut yang terkait didalamnya, terkadang tidak semua atribut tabel tersebut kita butuhkan. Dengan demikian kita perlu menghapus kolom-kolom tabel tertentu. Jika tabel yang akan kita hapus hanya beberapa, dengan mudah kita bisa melakukan penghapusan secar manual dengan cara melakukan klik kanan di atas judul kolom lalu pilih delete field.

Namun ketika jumlah kolom tabel yang akan dihapus sangat banyak, maka akan kerepotan jika dilakukan dengan cara manual. Sebagi contoh jika kita bekerja dari data hasil konversi dari format software lain, maka terdapat banyak atribut atau kolom yang dihasilkan yang pada dasarnya tidak terlalu diperlukan. Dengan menggunakan ArcToolbox maka kita bisa melakukan penghapusan kolom secara otomatis untuk sejumlah atau seluruh kolom dari tabel tersebut. Toolbox yang digunakan adalah delete field dari data management.



Jika kita pilih toolbox delete field kemudian pilih layer yang akan dihapus kolomnya dan tentukan kolom-kolom apa saja yang ingin dihapus kolomnya kemudian klik OK.



Terima kasih semoga bermanfaat. @wawanhn

Membuat Attachment di ArcGIS

Add Comment
Sistem informasi geografi memungkinkan untuk membuat, mengolah, dan menampilkan data ataupun dengan cara yang sangat informatif . Dengan data SIG data dan informasi ditampilkan dalam bentuk peta sehingga memudahkan bagi pengguna untuk memahami data dengan lebih baik dan ketika data peta tersebut ditampilkan dengan menambahkan berbagai data pendukung atribut meliputi photo, dokumen, video dan sebagainya maka informasi yang dihasilkan akan menjadi sangat informatif dan menarik.

Dengan perkembangan teknologi informasi sejalan dengan perkembangn SIG sehingga data sig menjadi bisa dikemas lebih baik dan menarik. Salah satunya dengan menggunakan Geodatabase di ArcGIS kita dapat menambahkan file attachment ke dalam layer peta yang dapat memuat berbagai data misal dokumen, photo, dan video.

Dengan menggunakan fasilitas attachment kita bisa menambahkan attachment kedalam feature class geodatabase di ArcGIS. Cara untuk membuat attachment tersebut adalah sebagai berikut:

Buat Geodatabase





Buat Feature Class

Create Attachments


Lakukan editing terhadap feature class yang akan ditambahkan attacment, lalu klik attribute

Setelah kita menambahkan attacment ke feature class tersebut dapat dilihat pada saat kita klik identify




Terima kasih telah menyimak, semoga bermanfaat. @wawanhn